• FAJRI FM

    Banner 250 x 200
  • CARI BUKU?? Di sini aja

    Maktabah Al Islam
  • SMS BIMBINGAN GRATIS


    Ketik: Bim#nama#kota domisili
    Kirim ke: 0812 1000 9451 (tarif biasa)
    Contoh: Bim#Andre#Jakarta

    Kami akan segera mengirimkan pesan-pesan bimbingan berisikan wawasan islami secara rutin dan gratis

    Selengkapnya....
  • Translate Into

    English French German

    Spain Italian Dutch

    Russian Portuguese Japanese

    Korean Arabic Chinese Simplified
  • Kontak


    Email:
    hasmijaksel [AT] yahoo [dot] com

Perjalanan Hidup Manusia bagian 2

Manusia merupakan makhluk terakhir yang diciptakan Allah swt. setelah sebelumnya Allah telah menciptakan makhluk lain seperti malaikat, jin, bumi, langit dan seisinya. Allah menciptakan manusia dengan dipersiapkan untuk menjadi makhluk yang paling sempurna. Karena, manusia diciptakan untuk menjadi khalifah (pemimpin) di muka bumi dan memakmurkannya.

Oleh : Ustadz Abdul Karim Al Katsiri

http://www.hasmi.org/mp34/1 Senin/17. Perjalananmanusia2.mp3

Perjalanan Hidup Manusia bagian 1

Kehidupan manusia merupakan perjalanan panjang, melelahkan, penuh liku-liku, dan melalui tahapan demi tahapan. Berawal dari alam arwah, alam rahim, alam dunia, alam barzakh, sampai pada alam akhirat yang berujung pada tempat persinggahan terakhir bagi manusia, surga atau neraka. Al-Qur’an dan Sunnah telah menceritakan setiap fase dari perjalanan panjang manusia itu.

Al-Qur’an diturunkan Allah subhanahu wa ta’ala. kepada Nabi Muhammad saw. berfungsi untuk memberikan pedoman bagi umat manusia tentang perjalanan (rihlah) tersebut. Suatu rihlah panjang yang akan dilalui oleh setiap manusia, tanpa kecuali. Manusia yang diciptakan Allah swt. dari tidak ada menjadi ada akan terus mengalami proses panjang sesuai rencana yang telah ditetapkan Allah subhanahu wa ta’ala.

Oleh Ust. Abu Muhammad Abdul Karim Al-Katsiri

Bangga Menjadi Seorang Muslim

Berbagai fitnah trus mendera kaum muslimin di berbagai belahan dunia, fitnah-fitnah yang berasal dari musuh-musuh Allah Ta’ala. Mulai dari menjelek-jelekan agama yang paling mulia ini (Islam), pembantaian terus-menerus terhadap kaum muslimin di  berbagai daerah Timur dan Barat, perampasan hak-hak kaum muslimin. Konspirasi besar-besaran musuh-musuh Allah yang menyebabkan umat islam terlihat rendah di berbagai media, Lantas bagaimanakah sikap kita menghadapinya? Sepatutnya kita harus selalu berbangga diri Menjadi Seorang Muslim.

Oleh     : Tim Penyiar FajriFm

Durasi  : 00:16:31

Bitrate : 64 Kbps

Untuk mendengarkan klik disini


download

www.fajrifm.com

Peran Muslimah Dalam Dakwah

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Kubuka lembaran pagi dengan menyebut asma-Mu Yang Maha Tinggi. Ku coba meniti hari dengan kesucian hati, meski sungguh selaksa dosa masih melekat di jiwa. Kucoba merenda masa depan dengan benang harapan dan jarum ketulusan. Meski kadang perih menusuk, perjuangan ini harus tetap berlanjut.

Terbentang di depan mata padang ujian kehidupan, luas…, seolah tanpa batas, namun fana seumur akal yang sempit. Ia tak dapat diarungi oleh jiwa-jiwa yang kerdil iman, karena panasnya nafsu telah menyeretnya ke lembah-lembah oase fatamorgana. Namun, hati yang bertabur syukur, penuh kerinduan kepada Rabbnya, berhiaskan cahaya iman akan menuntunnya menuju negeri akhir kebahagiaan.

Wahai saudariku kaum muslimah, engkau laksana pilar kebijaksanaan. Di tanganmu-lah kelak tumbuh generasi-generasi yang tangguh. Di pundakmu ada amanah besar, bersamanya tersimpan berjuta asa, penentu arah sebuah generasi menuju kejayaan umat.

Baca selebihnya »

Ahlus Sunnah Wal Jama’ah ( dlm Beberapa Keadaaan)

Dalam realita kehidupan, Ahlus Sunnah melalui ahwal (KEADAAN) serta tahapan yang berbeda-beda, baik yang sudah terjadi di masa lalu maupun yang akan dilalui pada masa mendatang.

Ahwal (keadaan) dan tahapan itu ringkasnya adalah sebagai berikut:

1.    Adanya Khilafah Islamiyah (Yang berdiri di atas manhaj Ahlussunnah wal Jama’ah) seperti zaman Khulafa Ar-rasyidin,  kewajiban muslimin pada saat ini adalah mendukung negara dan menta’ati imam. Baca selebihnya »

Menghindari Lagu dan Musik

Saudaraku…

Masing-masing bagian tubuh kita memiliki fungsi untuk mewujudkan nilai kemanusiaan kita di sisi Allah Subhanahu wata’ala. Mata untuk melihat, telinga untuk mendengar dan begitu seterusnya bagian tubuh kita yang lain. Tentu bagi sebuah telinga yang diciptakan untuk mendengar, tidak semua unsur-unsur yang didengarkan dapat menghantarkannya kepada kebahagiaan atau nilai-nilai kemanusiaannya yang terhormat. Bahkan, mungkin dapat juga menghantarkan kepada kerendahan hewaniah atau lebih hina dari itu.

Salah satu unsur pendengaran yang – kita sadari atau tidak – dapat meruntuhkan nilai-nilai kemanusiaan kita yang terhormat adalah musik dan lagu. Allah Subhanahu wata’ala telah mengingatkan bahwa lagu merupakan salah satu sarana ke jalan kesesatan, hingga mengarah kepada penolakan kebenaran akan ayat-ayat Allah Subhanahu wata’ala yang amat agung. Hanya dengan suara gendang, seruling dan kata-kata yang mendesah manusia menjadi begitu angkuh kepada sang pencipta dan begitu menjadi hina ke lembah kehewanian. Baca selebihnya »

Ketaatan

“Ketaatan Yang Diminta Sebuah Jama’ah Islamiyyah dari Seorang Anggota Hanyalah Ketaatan Pada Hal-hal Yang Tidak Ada Kemaksiatan Kepada-Nya dan Hanya Sebatas Hal-hal Yang Berhubungan dengan Misi Serta Amal dari Jama’ah.

KETAATAN

Ketaatan adalah perekat utama untuk berjama’ah. Ketaatan pada sebuah jama’ah adalah masalah hidup atau mati. Oleh karena itu, ketaatan banyak mempengaruhi kelangsungan atau kehancuran jama’ah. Seorang anggota yang tidak mentaati pimpinannya telah melucuti jama’ah dari satu pilar ke pilar lainnya.

Dia telah mengayunkan kampaknya ke dinding jama’ah. Ketika sebuah jama’ah Islamiyyah merupakan suatu benteng dari benteng-benteng ummat Islam, ini berarti sang anggota telah ikut serta dalam berusaha untuk membobol benteng itu bersama musuh-musuh Islam.

Ketidak-taatan bisa terjadi karena perintah sang pemimpin jelas-jelas berupa suatu kemaksiatan kepada Allah.

Tetapi pada pasal ini bukan ketidaktaatan seperti itu yang kita maksudkan. Ketidaktaatan seperti ini (hal maksiat) adalah wajib, karena tidak ada ketaatan kepada makhluk pada hal kemaksiatan kepada Al-Khaliq.

Ketidaktaatan yang kita maksudkan disini adalah pada hal-hal yang ma’ruf. Ketidaktaatan seperti ini banyak disebabkan karena kemalasan atau ketidakpuasan atau ketidaksetujuan atau kesombongan dan lain-lainnya. Semua itu bisa diterima sebagai suatu alasan untuk suatu pembangkangan.

Pada masalah ketaatan inilah seorang anggota diuji keikhlasannya dalam berdakwah. Apakah keikhlasannya benar-benar demi Alloh, sehingga dia bersedia menekan semua perasaannya dan menjaga lisannya baik-baik demi kesuksesan amal yang diniatkan demi Alloh semata? Atau apakah di hanya ikhlas kepada dirinya sendiri, melaksanakan perintah karena dirinya setuju dan memabngkang ketik ahal itu tidak sejalan dengan pemikirannya.

Bagi mereka yang ingin memuaskan diri sendiri, sudah barang tentu ketaatan adalah sesuatu yang berat sekali. Berbeda halnya dengan seorang yang ikhlas karena Alloh hanya ridha-Nya semata.
Seorang yang mukhlis akan menganggap dirinya adalah seorang prajurit Alloh dan jama’ahnya adalah satu divisi dari divisi-divisi tentara Alloh yang banyak.

Sekali lagi ketaatan yang diminta sebuah jama’ah Islamiyyah dari seorang anggota hanyalah ketaatan pada hal-hal yang tidak ada kemaksiatan kepada-Nya dan hanya sebatas hal-hal yang berhubungan dengan misi serta amal dari jama’ah.

Kita dapati pada salah satu hadits Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasalam mengenai imarah kubra, Beliau bersabda :

“Barangsiapa yang mendapatkan pada amirnya apa-apa yang dibencinya, maka bersabarlah. Sesungguhnya orang yang keluar dari ketaatan amir lalu mati, maka kematiannya adalah kematian jahiliyyah” (HR.  Bukhari, Muslim dan Ahmad, lafadz oleh Bukhari)

Dari hadits ini kita dapati betapa pentingnya suatu ketaatan dalam bentuk persatuan. Kita dapati pula bahwa pemecahan untuk gejolak jiwa ketika seseorang sedang melaksanakan ketaatan adalah kesabaran yaitu menekan semua panggilan pembangkangan. Cendikiawan Muslim (Dr. Muhammad Syarbini. M.H.I)

Titilah Jalan Itu…

Bila kita mengaku mencitai Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam, maka harus juga mengaku bahwa berjuang di jalan da’wah adalah segala-galanya. Karena Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam dan sahabat-sahabatnya tidak saja mengorbankan waktu dan hartanya bahkan jiwa raganya untuk da’wah kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.

Majalah Intisari HASMI No.1/Januari 2010, Rubrik Panji Dakwah

Risalah untuk Sahabat muslimah..!!

Saudariku yang berbahagia, perlu keberanian diri untuk mencoba mengatakan sesuatu yang selama ini menjadi ganjalan hati ini. Dan saya bukanlah orang yang pandai berbicara atau merangkai tulisan dengan kata-kata, namun di kesempatan yang berharga ini saya paksakan lisan saya tuk bicara, saya jalankan jari-jemari saya untuk menuliskan kata-kata yang hanya khusus untukmu…..bukan untuk yang lain….

Saudariku..Ada baiknya bila engkau menengok sejenak ke belakang, Saat engkau masih dalam pangkuan ibu tersayang, saat itu engkau hanyalah seorang bayi yang tak punya kelapangan. Saat itu engkau belum mampu melakukan apa-apa, sehingga hanya untuk menarik perhatian saja , yang dapat engkau lakukan hanyalah menangis ditengah malam hingga membangunkan semua orang. Kemudian, engkau tumbuh melangkah ke depan menjadi sosok gadis kecil yang selalu bermanja di pangkuan Bunda. Dan waktu terus berjalan…..sehingga kini engkau telah menginjak remaja. Engkau menjadi semakin besar, pintar, dan makin banyak pengalaman hidup yang telah engkau miliki. Baca selebihnya »

Trik-trik Syi’ah Dalam Berdakwah

Assalamualaiykum….. untuk anggota HASMI dan kaum muslimin pada umumnya agar terus semangat dan istiqomah dalam tarbiyah keislaman dan istiqomah dalam berdakwah.

Dan bagi para aktivis dakwah agar tidak bosan-bosannya menambah wawasan keislaman bekal dalam berdakwah, bagaimana mereka (syi’ah) dapat menghapus Al-qur’an dan Hadist dengan mengkaburkan kemuliaan para sahabat Nabi Salallahu Alaihi Wasalam dan keluarga Beliau Salallahu Alaihi Wasalam, mencaci maki, menghujat, dan menghina para sahabat.

Na’udzubillah….. mari kita pelajari tahap demi tahap artikel yang admin kirimkan, diambil dari buku SYI’AH.. BUKAN ISLAM.?

TRIK-TRIK SYI’AH DALAM BERDAKWAH

Peperangan abadi antara kebenaran dan kebatilan tak akan pernah padam hingga hari kiamat. Pengibar panji-panji Islam senantiasa eksis pada setiap masa dan zaman, begitu pula dengan pengibar bendera kebatilan. Baca selebihnya »