Tinggalkan komentar

Lahan Atau Tempat Bertambah Dan Berkurangnya Iman

Ahlus Sunnah wal Jama’ah menyatakan bahwa iman bisa bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan, hal ini tidak berarti bahwa bertambah dan berkurangnya iman hanya akan terjadi pada aspek zhāhir (badan) saja, yaitu perkataan lisan dan perbuatan anggota badan. Karena ketaatan dan kemaksiatan terjadi pada semua aspek, baik aspek bāthin (hati) maupun zhāhir. Oleh karena itu, maka bertambah dan berkurangnya iman dapat terjadi pada empat bagian iman, yaitu kepercayaan hati (perkataan hati dan ilmu yang diyakini hati), perbuatan hati (seperti cinta dan takut kepada Allah, cinta kepada mukminin dan benci kepada orang-orang kafir, serta tawakal dan lainnya), perkataan lisan (seperti dua kalimat syahadat, dzikrullah, shalawat kepada Rasulullah dan lainnya) dan perbuatan anggota badan (seperti shalat, puasa, haji dan lainnya)[1].

  • Perkataan atau kepercayaan hati:

Ketika seseorang bertambah ilmunya dan hatinya meyakini ilmu tersebut, maka bertambahlah iman orang tersebut, karena iman dalam aspek hatinya bertambah. Dari sini diketahui bahwa iman seseorang pada aspek ini (hati) antara yang satu dengan lainnya akan berbeda-beda, sesuai dengan banyak atau sedikitnya ilmu orang tersebut.

Syaykhul Islam Ibnu Taymiyyah –Rahimahullah– berkata[2]:

“Ilmu dan kepercayaan yang ada dalam hati orang berbeda-beda, sesuai kadar global (sedikit) atau detail (banyak)nya ilmu dan kepercayaan orang tersebut. Orang yang kepercayaannya kepada kabar-kabar dari Rasulullah hanya bersifat global, tidaklah sama dengan orang yang kepercayaannya terhadap kabar-kabar Rasulullah bersifat detail, seperti ilmu (kabar) tentang nama-nama dan sifat-sifat Allah, syurga dan neraka serta tentang ummat-ummat sebelumnya.”

Oleh karena itu, mengisi hati dengan ilmu syar’i yang banyak –suatu ketaatan yang besar– adalah sarana yang paling ampuh sekali untuk menambah keimanan.

Imam Ibnu Baththāl –Rahimahullah– berkata[3]:

اَلتَّفَاوُتُ فِي التَّصْدِيْقِ عَلَى قَدْرِ الْعِلْمِ وَالْجَهْلِ، فَمَنْ قَلَّ عِلْمُهُ كَانَ تَصْدِيْقُهُ مِثْلاً بِمِقْدَارِ ذَرَّةٍ، وَالَّذِي فَوْقَهُ فِي الْعِلْمِ بِمِقْدَارِ بُرَّةٍ أَوْشَعِيْرَةٍ

Perbedaan derajat dalam kepercayaan terjadi dikarenakan perbedaan tingkat keilmuan dan kebodohan. Barangsiapa yang sedikit ilmunya, maka imannya semisal (seberat) dzarrah (biji sawi), sedang orang yang lebih banyak ilmunya, maka imannya seberat burrah (biji gandum) atau sya’īrah (tepung).”

  • Perbuatan hati:

Tidak semua orang yang perkataan (kepercayaan) hatinya bertambah, maka akan bertambah pula perbuatan hatinya. Ada penambahan kepercayaan yang melahirkan penambahan pekerjaan hati dan ada pula yang tidak.

Syaykhul Islam Ibnu Taymiyyah –Rahimahullah– berkata[4]:

Kepercayaan yang melahirkan amal hati lebih sempurna dari kepercayaan yang tidak melahirkan amal hati. Ilmu yang diamalkan oleh pemiliknya lebih sempurna dari ilmu yang tidak diamalkan. Contohnya; apabila ada dua orang yang sama-sama mengetahui bahwa Allah adalah haq, Rasul-Nya adalah haq, syurga dan neraka adalah haq. Bagi orang pertama ilmu tersebut melahirkan kecintaan kepada Allah, takut kepada-Nya, kerinduan kepada syurga dan katakutan dari neraka. Sedangkan pada orang kedua, ilmunya tidak melahirkan yang demikian, maka ilmu orang yang pertama lebih sempurna dari ilmu orang yang kedua.”

  • Perkataan lisan dan perbuatan anggota badan:

Apabila kepercayaan hati pada pekerjaan hati bertambah karena ketaatan kepada keduanya, maka keimanan seseorang pada dua sisi tersebut akan bertambah, demikian pula dengan imannya secara keseluruhan. Sebaliknya, apabila dalam hati serta anggota badan dan lisan terjadi kemaksiatan, maka kemaksiatan tersebut akan mengurangi keimanan seseorang.

Sumber:

Lajnah Ilmiah Hasmi. “Iman Menurut Ahlus Sunnah Wal Jama’ah”. http://www.hasmi.org


[1] Nawāqidh al-Īmān al-I’tiqādiyyah, 1/91-93.

[2] al-Īmān al-Awsath (Maktabah al-Furqān & Makhtabah al-Īmān), hal. 106.

[3] Fath al-Bārī, 1/103.

[4] al-Īmān, hal. 221.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: