Tinggalkan komentar

Sebuah Renungan – Sampai Kapan

Sampai kapan kita menantang
Sampai kapan kita membangkang
Aurat kelihatan di sepanjang jalan
Wanita dandan untuk dijajan
Hukum Alloh tak dihiraukan

Meminum miras
Tak pernah puas
Harta panas dimakan buas
Hukum Alloh tak dihiraukan

Layar kaca sepanjang malam
Acara kelam tak pernah padam
Di syahwat hitam kita tenggelam
Hukum Alloh tak dihiraukan

Miskin dan fakir
Tak pernah terpikir
Uang membanjir
Bertambah kikir
Hukum Alloh tak dihiraukan

Sihir terus mendupa
Syirik merajalela
Santet menebar petaka
Semua diam seribu bahasa
Hukum Alloh tak dihiraukan

Muda mudi membaur diri
Bersunyi-sunyi di kamar nan keji
Belum nikah sudah berbayi
Hukum Alloh tak dihiraukan

Terjangan samudera
Dan goyangan gempa
Seakan tanda
Murka Sang Pencipta
Tapi kita… kita sebagai manusia telah buta
Bencana demi bencana… terus melanda
Memakan harta, menelan jiwa
Tapi kita terus durhaka

Hei…
Apa yang kau tunggu
Kita harus bersatu
Negri kita harus disapu
Bila kau terus termangu, kita semua kan tersapu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: