Tinggalkan komentar

Jihad: Jangan Membuat Alasan

Ya Ikhwah! Tidak semua alasan rasional yang kita ungkapkan diterima oleh Allah Subhanahu wata’ala sebagai suatu alasan yang benar, karena boleh jadi alasan itu membuat kita celaka, bahkan mungkin hanyalah sebuah pelarian dari jiwa kita yang lemah.

Sebagian orang-orang munafiq yang dalam satu riwayat dinyatakan bernama Jad bin Al Qois meminta izin untuk meninggalkan jihad dengan alasan takut terfitnah wanita-wanita Rum.

“Hai Jad mengapa kamu tidak ikut serta dalam penggalangan kekuatan menyerang Banil Ashfar (Rum) ?” Tanya Rasulullah. Jad pun menjawab memberikan alasan : “Ya Rasulullah, cobalah engkau izinkan aku dan jangan engkau jatuhkan aku dalam fitnah. Demi Allah, kaumku tahu sekali bahwa tidak ada laki-laki yang lebih semangat kepada wanita selain aku. Aku khawatir tidak sabar melihat wanita-wanita Banil Ashfar”. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam pun mengabulkannya : “Aku izinkan engkau”.

Kasus ini diabadikan oleh Allah Subhanahu wata’ala dengan sebuah teguran yang amat keras dengan firmanNya :

وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُوْلُ إئذَنْ لِيْ و لاَ تَفْتِنِّي ألا فِي الفِتْنَةِ سَقَطُوا وَ إِنَّ جَهَنَّمَ لَمُحِيْطَةٌ بِالكاَفِرِيْنَ

“Di antara mereka (orang-orang munafiq) ada orang yang berkata : izinkanlah aku dan jangan jerumuskan aku dalam fitnah. Ketahuilah (dengan itu) mereka sudah terjatuh dalam fitnah dan sesungguhnya Jahannam melingkupi orang-orang yang kafir”. (Qs. 9 : 49)

Alasan Jad pun tertolak dan tidak diperkenankan oleh Allah Subhanahu wata’ala, bahkan dengan alasan seperti itulah justeru Jad sendiri telah terjatuh dalam fitnah. Ibnu Katsir Rahimahullah mengatakan :

“Jika memang benar dia takut terfitnah wanita-wanita Banil Ashfar – walaupun sebenarnya tidak – tentu fitnah ketidakikutsertaannya dengan Rasul dan keterjebakannya  dengan keinginannya sendiri  jauh lebih besar kesalahannya dari keterfitnahannya dengan wanita-wanita Rum itu”.

Ya Ikhwah! Dalam rangkaian ayat-ayat sebelum dan sesudah ayat ini setidaknya menggambarkan 2 kondisi di mana alasan – alasan yang kita buat untuk tidak ikut serta melakukan satu sikap atau amal justru digambarkan sebagai sikap buruk, yaitu nifaq atau kelemahan dan kebingungan jiwa :

1. Allah Subhanahu wata’ala berfirman :

انْفِرُوا خِفَافًا وَثِقَالاً وَجَاهِدُوا بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ فِي سَبِيلِ اللهِ ذَالِكُمْ خَيْرُُ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ.  لَوْ كَانَ عَرَضًا قَرِيبًا وَسَفَرًا قَاصِدًا لاتَّبَعُوكَ وَلَكِن بَعُدَتْ عَلَيْهِمُ الشُّقَّةُ وَسَيَحْلِفُونَ بِاللهِ لَوِ اسْتَطَعْنَا لَخَرَجْنَا مَعَكُمْ يُهْلِكُونَ أَنفُسَهُمْ وَاللهُ يَعْلَمُ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ

Berangkatlah kalian baik dalam keadaan ringan ataupun merasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan jiwa pada jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahui. Kalau yang kamu serukan kepada mereka itu, keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak berapa jauh, pastilah mereka mengikutimu, tetapi tempat yang dituju itu amat jauh terasa oleh mereka. Mereka akan bersumpah dengan (nama) Allah : “Jikalau kami sanggup tentulah kami berangkat bersama-samamu”. Mereka membinasakan diri mereka sendiri dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta. (QS. 9:41-42)

Dalam ayat ini digambarkan tentang Infiru yang dilarang membuat-buat alasan untuk meninggalkannya. An Nafar atau infiru menurut ulama tafsir menggambarkan tiga makna :

  • a. النفير العام Mobilisasi masa
  • b. الجماعة Berkelompok-kelompok
  • b. السرعة Bersegera dengan cepat

Dengan demikian arti dari Infiru berarti : “Bergerak cepat memobilisasi masa untuk bergabung dalam satu kelompok Fii Sabilillah”.

Bergeraklah dengan cepat, mobilisasi masa dan bersatulah dalam satu panji fii sabilillah khifafan wa tsiqolan : yang muda maupun yang tua (seperti tafsir Abu Thalhah), Kaya ataupun miskin (seperti tafsir Mujahid), sibuk ataupun tidak sibuk (seperti tafsir Al Hakam bin Utaibah), dengan semangat ataupun kurang (seperti tafsir Qatadah dan Ibnu Abbas), dalam keadaan sulit maupun mudah (Seperti tafsir Hasan Al Bashri) seluruhnya tanpa kecuali harus ikut serta bergabung dalam fi sabilillah. Jangan berhenti dan jangan minta izin untuk tidak ikut serta bersama mempersembahkan andil maksimal yang dapat disumbangkan, walaupun kita tahu terlalu panjang perjalanan yang harus kita tempuh dan terlalu minim perbekalan yang kita miliki, kuatkan hati, teguhkan jiwa, jangan lari ataupun mundur meminta udzur. Hanya orang-orang munafiq atau jiwa yang bingung yang meminta izin untuk tidak ikut serta dengan berbagai alasan yang diungkapkan, dari takut terjerat wanita sampai dengan alasan ketuaan terlalu lemah untuk melangkahkan kaki dan memompa pikiran.

Jangan mau dirayu syaithan membuat alasan takut riya melakukannya, takut terjerumus kesalahan di dalam bekerja, takut tidak konsisten diri bersama-sama, saya punya dakwah sendiri dan lain-lain. Bisikan itu hanyalah fatamorgana tanpa wujud yang bisa terbukti. Syaithan hanya ingin kita tidak termasuk golongan yang mulia yang hanya dicapai dengan seluruh upaya kejihadan yang utuh. Lawan, bantai dan singkirkan semua rayuan itu, bergeraklah Allah pasti akan mengokohkan kita, pendirian kita dan jiwa kita di jalan yang diridhaiNya.

2. Allah Swt berfirman ;

وَمَاكَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَآفَةً فَلَوْلاَ نَفَرَ مِن كُلِّ فِرْقَةٍ مِنهُمْ طَآئِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ

Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mu’min itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya. (QS. 9:122)

Di dalam ayat yang menggambarkan jihad ilmu ini, Allah Subhanahu wata’ala menggambarkannya pula dengan Nafar yang maknanya pun sudah jelas bagi kita. Memobilisasi umat untuk bergabung tafaqquh fddin, segera, cepat jangan tunda-tunda waktu, kokohkan diri, kuatkan jiwa, jangan lari dan jangan mundur mencari alasan untuk meninggalkannya, karena semuanya bagian yang utuh dari jihad fii sabilillah. Yakinkanlah jiwa kita bahwa kita yang menuntut ilmu adalah bagian yang tidak terpisahkan dari mereka yang ikut serta tempur di medan perang. Hukum pahalanya sama dengan mereka dan dosa alasan mengundurkan diripun sama dengan mereka, kalau tidak karena kemunafiqan mungkin karena kelemahan dan kebingungan jiwa kita.

Allah Subhanahu wata’ala mengingatkan :

لاَيَسْتَئْذِنُكَ الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلأَخِرِ أَن يُجَاهِدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ وَاللهُ عَلِيمُُ بِالْمُتَّقِينَ {44} إِنَّماَ يَسْتَئْذِنُكَ الَّذِينَ لاَيُؤْمِنُونَ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلأَخِرِ وَارْتَابَتْ قُلُوبُهُمْ فَهُمْ فِي رَيْبِهِمْ يَتَرَدَّدُونَ

Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, tidak akan meminta ijin kepadamu untuk (tidak ikut) berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang bertaqwa. Sesungguhnya yang meminta ijin kepadamu, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan hati mereka ragu-ragu, karena itu mereka selalu bimbang dalam keragu-raguannya. (QS. 9:44-45)

Jangan mau dibisikkan syaithan untuk mencari-cari alasan, kalian sudah tua, sulit untuk menghafal, orang tua kalian butuh kalian, materi membosankan, ustadz kurang mumpuni dan berbagai alasan lain yang ditazyin syaithan agar kita mundur dari medan jihad besar ini. Karena, kita tahu syaithan hanya tidak senang kita mendapat kemuliaan yang amat tinggi di sisi Allah, dia hanya mau kita menjadi pengikutnya yang dilaknat yang akan menyesal karena terjerumus ke dalam Jahannam bersamanya. Hati-hati dan waspadalah, jangan mundur, maju terus, kuatkan tekad dan leburkan diri dalam kehidupan jihad ini, walaupun panjang waktu yang kita butuhkan dan minim modal yang kita bawa dan yang kita dapatkan. Janji Allah pasti tiba.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: