Tinggalkan komentar

Bagaimana Mengarahkan Harakah-Harakah Islamiyyah Dengan Adanya Rintangan-Rintangan Yang Akan Menghadang

Pertanyaan:

Sebagaimana yang Syaikh ketahui, bahwa seiring dengan merebaknya cahaya shahwah Islamiyyah (Kebangkitan Islam) dikalangan kaum muslimin terutama para pemudanya. Bagaimanakah pandangan syaikh untuk  mengarahkan shahwah Islamiyyah ini dengan rintangan-rintangan yang akan menghadangnya?

Jawab:

Telah dikemukakan dalam jawaban terhadap sebagian pertanyaan-pertanyaan serupa tentang harakah-harakah Islamiyyah yang muncul pada akhir abad yang lalu dan awal abad ini, bahwa harakah-harakah atau gerakannya telah tersebar luas keseluruh penjuru dunia dan bahkan semakin bertambah dan berkembang lebih luas lagi.

Kaum muslimin berkewajiban untuk menyokong, mendukung dan bekerjasama dengan para aktivisnya. Tidak diragukan lagi bahwa para aktifis harakah-harakah perlu didukung, dibantu dan senantiasa diingatkan dari sikap ekstrim, baik berlebih-lebihan maupun menyepelekan, karena dalam setiap dakwah Islamiyyah dan medan islami, akan senantiasa dihadang oleh syetan yang akan mengarahkan mereka kepada salah satu dari dua sisi negatif, sikap berlebih-lebihan ataupun menyepelakan.

Para ulama hendaknya mendukung dakwah ini dan mengarahkan para aktifitasnya untuk selalu konsisten dan waspada  agar tidak terjerumus kedalam bid’ah dan perbuatan berlebih-lebihan, serta mewaspadai sikap meyepelekan agar tidak terjerumus kedalam kehampaan dan sikap mengesampinglkan hak Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan harakah mereka bersifat Islami, konsisten  berpijak diatas agama-Nya, serta tegar dalam menempuh ash-shirat al-mustaqim (jalan lurus), yaitu ikhlas karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan mengikuti tuntutan Rasulullah Salallahu Alaihi Waslalam, tanpa berlebih-lebihan maupun meyepelekan.

Jika demikian halnya, maka harakah mereka akan konsisten dan akan mendatangkan faedah yang baik.

Khusus bagi para pemimpin harakah tersebut, hendaknya memperhatikan hal-hal tersebut diatas dan betul-betul memperhatikannya agar tidak tergelincir dalam sikap berlebih-lebihan ataupun menyepelekan.

Wallahu waliyut tawfiq.

(Fatawa al-Syaykh Ibnu Baz, Majmu’ Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’at 5/157-159)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: