2 Komentar

Sunniyyah dan Jama’iyyah Da’wah

Da’watunna

Sebelum kita membahas tentang sunniyyah da`wah dan jama’iyyahnya, sebaiknya terlebih dahulu kita tegaskan tujuan dari da`wah itu sendiri. Bagi personal seorang da’i tujuan dari aktifitas da`wahnya adalah untuk mendekatkan diri sedekat-dekatnya kepada Alloh Subhanahu wa Ta`ala dan surga, serta mendapat pahala sebesar-besarnya melalui usaha-usahanya untuk menegakkan Manhaj Alloh Subhanahu wa Ta`ala di bumi ini dan membantu sebanyak-banyak manusia agar mereka mendapat hidayah dari Alloh Subhanahu wa Ta`ala.

Seorang da’i mengharapkan Alloh Subhanahu wa Ta`ala akan mencintainya karena dia adalah prajurit-Nya yang setia dalam membela hak-hak Uluhiyyah dan mengharap sebanyak-banyaknya pahala ketika ia menjadi sebab dapatnya seseorang hidayah dari Alloh Subhanahu wa Ta`ala.

Adapun tujuan da`wah secara umum adalah mewujudkan Islam di bumi ini, menegakkan hak-hak uluhiyyah di alam nyata, menjadikan manusia berada di jalan yang diridhoi Alloh Subhanahu wa Ta`ala, merubah seluruh aspek kehidupan manusia dari kehidupan jahiliyah menuju kehidupan Islamiyah.

A. Sunniyyah Da`wah (Da`wah Sunniyyah) [1]

Semua tujuan dakwah yang telah ditegaskan tadi tidak mungkin tercapai oleh selain da`wah sunniyyah, yaitu da`wah yang berjalan di atas sunnah dan menda`wahkan manhaj Ahlus sunnah wal jama’ah. Adapun da`wah yang bukan sunniyyah adalah da`wah yang tidak berjalan di atas sunnah dan tidak menda`wahkan manhaj Ahlus sunnah wal jama’ah. Hal ini berarti da`wah itu berjalan di jalan yang sesat yang tidak sejalan dengan tujuan pribadi seorang da’i dan tujuan umum da`wah itu sendiri seperti yang telah kita jelaskan.

B. Amal Jama’i Dalam Berda`wah (Jama’iyyah Da`wah)

Untuk memperdalam kesadaran akan pentingnya beramal Jama’i dalam berda`wah, mari kita renungkan hal-hal di bawah ini:

1. Kalau kita tinjau tujuan-tujuan da`wah dan sarana-sarana yang kita perlukan untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut, jelaslah bahwa akal manusia yang sehat, tidak bisa menerima sama sekali bahwa hal-hal tersebut bisa terwujudkan tanpa amal jama’i, akal pun mengharuskan beramal jama’i. Ketika akal mengharuskan sesuatu, kita harus mengikutinya selama syari’ah tidak melarangnya dan selama syari’ah tidak menunjukkan jalan lain selain yang diharuskan oleh akal.

Kita bukanlah aqlaniyyun (kaum rasionalis) yang mengikuti akal walau pun bertentangan dengan syari’at. Kita bukanlah mereka yang mencampakkan syari’at ketika ada produk-produk akal yang bertentangan dengan syari’ah. Kita adalah Ahlus sunnah wal jama’ah, pengikut RosulullahShallallohu `Alaihi wa Sallam, Al-Qur’an, Hadits dan Manhaj Salafus Soleh.

Ahlus sunnah berprinsip bahwa akal yang bersih dan sehat sebagai sandaran taklif tidak mungkin bertentangan dengan syari’ah. Kalau ada produk akal yang bertentangan dengan syari’at, itu adalah produk yang salah yang dikarenakan kekurangbersihan atau kekurangsehatan dari akal tertentu yang membuat produk itu. Produk akal seperti ini pasti kita buang jauh-jauh. Di waktu yang sama kita pun berprinsip tidak ada agama bagi orang yang tidak berakal atau tidak menggunakan akalnya.

Lapangan kerja akal dan batasan-batasannya telah ditentukan oleh Islam. Selama syari’at tidak melarangnya dan selama syari’ah tidak menentangnya produk akal adalah rambu-rambu terbaik untuk diikuti.

2. Amal jama’i telah diterapkan oleh Rosululloh Shallallohu `Alaihi wa Sallam dan para shahabatnya dalam berda`wah. Mereka bergerak berda`wah di bawah komando Rosulullah Shallallohu `Alaihi wa Sallam.

Rosulullahlah yang mengirim mereka ke Habasyah, beliau pula-lah yang mengangkat para naqib untuk Anshar dan mengirim utusan-utusan da`wah yang banyak sekali, baik sebelum maupun sesudah hijrah. Rosulullah Shallallohu `Alaihi wa Sallam telah menda`wahkan para kabilah sambil meminta mereka untuk mengawal da`wah dan masih banyak lagi praktek-praktek amal jama’i yang dikerjakan oleh beliau.

3. Da`wah adalah suatu amal kebajikan dan ketaqwaan bahkan amal kebajikan yang terbesar, oleh karena itu da`wah termasuk pada perintah yang terkandung di dalam ayat berikut:

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلا تَعَاوَنُوا عَلَى الإثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

“Dan tolong-menolonglah kalian dalam (Mengerjakan) kebaikan dan taqwa dan janganlah tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Dan bertaqwalah kalian pada Alloh, sesungguhnya Alloh amat berat siksanya”. (QS. Al Maidah (5): 2)

Dalam rangka memaksimalkan pelaksanaan perintah ta’awun ini, kita dapati ta’awwun yang terorganisir dan terpimpin adalah bentuk yang terbaik. itulah yang dimaksud dengan amal jama’i dalam berda`wah.[2]

4. Da`wah adalah amal nushroh (membela agama Alloh Subhanahu wa Ta`ala) karena tujuan da`wah adalah menegakkan hak-hak Alloh Subhanahu wa Ta`ala.

Alloh Subhanahu wa Ta`ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا أَنْصَارَ اللَّهِ كَمَا قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ لِلْحَوَارِيِّينَ مَنْ أَنْصَارِي إِلَى اللَّهِ قَالَ الْحَوَارِيُّونَ نَحْنُ أَنْصَارُ اللَّهِ فَآمَنَتْ طَائِفَةٌ مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَكَفَرَتْ طَائِفَةٌ فَأَيَّدْنَا الَّذِينَ آمَنُوا عَلَى عَدُوِّهِمْ فَأَصْبَحُواظَاهِرِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, jadilah kalian penolong-penolong (agama) Alloh sebagaimana Isa putra Maryam telah berkata kepada para pengikut-pengikutnya yang setia: ”Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (Untuk menegakkan Agama) Alloh? Pengikut-pengikut yang setia itu berkata: ”Kamilah penolong-penolong agama Alloh!”. Lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan (yang lain) kafir maka kami dukung orang-orang yang beriman atas musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang.” (QS. As Shaf (61): 14)

Pelaksanaan nushroh akan mempunyai musuh yang menghadang. Bagaimana kita harus menghadapi mereka tanpa amal jama’i sedangkan mereka bersatu dalam amal-amal jama’i?[3] Di ayat yang berikut Alloh Subhanahu wa Ta`ala telah memuji hamba-hamba-Nya yang bersatu teguh dalam perjuangan dengan menggambarkan mereka seolah-olah bangunan yang kokoh.

Alloh Subhanahu wa Ta`ala berfirman:

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِهِ صَفًّا كَأَنَّهُمْ بُنْيَانٌ مَرْصُوصٌ

“Sesungguhnya Alloh menyukai orang-orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh”. (QS. As Shaf (61): 4)

5. Amal Jama’i dalam berda`wah pun akan membentuk terwujudnya lingkungan kehidupan yang lebih komitmen terhadap Islam. Manfaat lingkungan hidup seperti ini sudah barang tentu jelas sekali bagi kehidupan keagamaan dan juga kebutuhan manusiawi, sehingga tidak lagi membutuhkan penjelasan yang panjang lebar. Demikian pentingnya sunniyyah da`wah dan jama’iyyahnya sehingga keduanya seakan-akan bayangan dari “sunnah wal jama’ah” itu sendiri.

Hal yang serupa kita dapati hampir di semua peribadatan utama dalam Islam yaitu menerapkannya secara sunnah dan secara berjama’ah, seperti pada sholat lima waktu, sholat jum’at, puasa, haji dan jihad fisabilillah.
_____________________________________________

[1] Baca QS. 12 : 108 dan QS. 6 : 153
[2] Baca tafsir ayat tersebut dalam “Taisir Al Karim Ar Rahman Fi Tafsir Kalam Al Mannan” : 182
[3] Baca QS. 9 : 36. Ibnu `Athiyyah ketika menjelaskan ayat ini mengatakan :
“Sebagaimana upaya mereka memerangi kita dengan bersatu, maka seperti itulah kefardhuan kita bersatu dalam memerangi mereka”. (Al Jami` Li Ahkam Al Qur`an, Al Qurthubi : 8/136)

2 comments on “Sunniyyah dan Jama’iyyah Da’wah

  1. Teruslah merekrut dan jangan berhenti wahai saudaraku…jika kita berhenti merekrut, maka syetan dan teman-temannya-lah yang akan merekrut.

    Ikhwatii fillah…Rekrutlah orang-orang yg ada di sekelilingmu untuk belajar di lembaga da’wah Ahlus SUnnah wwal Jama’ah…Rekrutlah mereka ke HASMI.

    HASMI SEBUAH GERAKAN KEBANGKITAN

  2. Ketahuilah…Jika kita tidak merekrut orang-rang yg ada di sekeliliing kita, maka yang akan merekrut mereka adalah orang-orang Syi’ah, Shufi, murji’ah, khowarij, mu’tazilah, asy’ariyah dan paham-paham sesat yang lainnya.

    Mari bersama HASMI untuk merekrut orang-orang yang ada di sekeliling menuju Ahlus Sunnah wal Jama’ah

    HASMI SEBUAH GERAKAN KEBANGKITAN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: