Tinggalkan komentar

FATWA-FATWA ULAMA TENTANG SYI’AH

    Berikut ini kutipan para ulama Islam tentang Syi’ah:

  1. Imam Ahmad bin Hanbal

                  Ibnu’Abdil Qawiy berkata:”Imam Ahmad , telah mengkafirkan orang-   orang yang menjauhkan diri dari para sahabat, orang yang mencela Ummul   Mukminin ‘Aisyah, dan menuduhnya berbuat serong, padahal Alloh telah       mensucikan dari tuduhan tersebut”. Kemudian beliau membaca firman Alloh       SWT:”Alloh memperingatkan kalian agar (jangan) kembali membuat yang           seperti itu selama-lamanya jika kalian orang-orang yang beriman.(QS.an-      nuur:17).

  1. Imam al-Bukhari

                  Ia berkata: ”Bagi saya sama saja, apakah shalat dibelakang imam yang beraliran Jahmiyah atau Rafidha (Syi’ah),atau shalat dibelakang imam yang   Yahudi atau Nasrani. Dan seorang muslim tidak boleh memberi salam kepada       mereka, mengunjungi mereka ketika sakit, menikahi mereka, menjadikan           mereka saksi dan memakan sembelihan mereka.(khalq af’aal al-ibadah, hal        125)

  1. Imam Ibnu Katsir

                  Ibnu Katsir telah mengetengahkan hadis-hadis shahih di dalam as-         Sunnah dan berisikan sanggahan-sanggahan terhadap anggapan adanya nash tentang wasiat kepada ‘Ali ra yang diklaim oleh golongan Syiah. Kemudian       beliau memberi komentar sebagai berikut: “sekiranya masalah wasiat sebagai     mana mereka klaim (golongan syiah) ada, niscaya tidak seorang sahabat Nabipun yang akan mengingkari. Sebab mereka ini merupakan manusia yang       paling taat kepada Alloh SWT dan RasulNya, baik selama beliau masih hidup    maupun setelah beliau wafat. Karena itu, sama sekali tidak benar kalau mereka    berani mengambil ketetapan mendahulukan orang yang tidak didahukan oleh       Rasululloh SAW dan mengakhirkan oarng yang didahulukan Rasululloh SAW. Barang siapa yang mengangap para sahabat yang di ridhoi Alloh SWT             dengan anggapan semacam itu, berarti telah beranggapan semua sahabat        melakukan kedurhakaan, dan bersepakat menentang Rasululloah SAW serta     melawan dan menentang ketetapan beliau. Siapa saja yang berani berpendapat     seperti itu, berarti telah melepaskan tali ikatan Islam, kafir terhadap ijma’            seluruh umat Islam. Dan menumpahkan darah orang semacam ini lebih       halal    dari pada menumpahkan khamr.(Ar-risalah, hal 725 dan 1125)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: