Tinggalkan komentar

Songsonglah Seruan Allah (4): Menolaknya Berarti Menolak Kehidupan Mulia

Adapun orang-orang yang enggan memperkenankan seruan Allah subhanahu wata’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam, berarti menolak kehidupan mulia yang layak bagi kemanusiaannya. Tidak ada yang dapat mereka raih kecuali kerendahan, hasil yang akan mereka dapatkan hanyalah kehancuran dan tempat kembali mereka adalah siksaan dan hinaan.

“Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menukar nikmat Allah dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan, yaitu neraka Jahannam; mereka masuk ke dalamnya; dan itulah seburuk-buruknya tempat kediaman” [QS. Ibrāhīm (14): 28-29]

Alangkah ruginya mereka yang lebih mementingkan dunia yang fana dibandingkan akhirat kekal selamanya. Alangkah besar kesesatan mereka yang membatasi alam wujud dengan hanya apa yang mampu mereka jangkau dengan panca inderanya yang terbatas di dunia. Mereka mengira wujud mereka hanya terbatas di dalamnya, tidak bekerja untuk selainnya: Manusia diciptakan untuk kekal, maka sesatlah ummat yang mengira akan wafat.

Mereka hanya pindah dari negeri amal, untuk sampai ke negeri celaka atau bahagia.

Seluruh makna kehidupan yang kita temukan di dalam ayat yang mulia ini, berupa iman, kebenaran, jihad atau syurga di negeri akhirat… Itulah semua yang dimaksud dan dituju, tidak ada perbedaan untuk itu semua, semuanya hanya ibarat-ibarat yang memiliki satu hakekat. Yaitu: kokoh berdiri dengan wahyu yang dibawa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, baik dzahir maupun bathin. Ungkapan-ungkapan yang tampaknya berbeda, bukanlah perbedaan kontradiktif, tetapi hanya perbedaan redaksi.

Imam Ibnu al-Qayyim berkata:

Ayat tersebut mengandung semua makna yang disebutkan. Sesungguhnya iman, Islam, al-Qur`an dan jihad akan menghidupkan hati dengan kehidupan yang baik dan sempurna di dalam Syurga. Rasul adalah penyeru iman dan syurga serta penyeru kehidupan di dunia dan di akhirat

Wahai saudaraku kaum muslimin!

Apakah engkau siap menyongsong dakwah mulia yang dianugerahkan Allah subhanahu wata’ala kepadamu? Agar engkau gapai kehidupan mulia. Maka, jadikanlah dengan sikap dan perkenanmu terhadap dakwah itu sebagai rambu-rambu perjalanan.

Apabila dakwah itu disampaikan untuk yang kedua kalinya, apakah engkau siap menyongsongnya?

Engkau tak memiliki pilihan… jika engkau seorang mukmin…  Mau iman… atau bukan iman… mau memperkenankan dan menyongsongnya… ataukah menolak?

Pasti bukan seorang mukmin yang menolak seruan Allah subhanahu wata’ala dan tidak memperkenankannya atau menjadikannya hanya lewat di belakang telinga. Memperkenankan Allah subhanahu wata’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam adalah ciri hakiki dan simbol amali keimanan.

“Sesungguhnya jawaban orang-orang mu’min, bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul mengadili diantara mereka ialah ucapan “Kami mendengar dan kami patuh”. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung” [QS. al-Nūr (24): 51]

Seorang mukmin adalah seorang yang menyambut panggilan iman dengan segera.

“Ya Rabb kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu): “Berimanlah kamu kepada Rabb-mu”; maka kamipun beriman. Ya Rabb kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang berbakti. Ya Rabb kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji” [QS. Āli ‘Imrān (3): 193-194]

.. The End …

Artikel: https://hasmijaksel.wordpress.com

Dikutip dari Majalah As-Silmi Edisi 1 tahun 2005

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: