1 Komentar

Jadilah Pribadi Mutaharrik..!!

Seandainya aku mampu tidak tidur, niscaya aku tidak akan tidur khawatir siksaan Allah menimpa di saat aku sedang tidur. Dan seandainya aku menemukan para pendukung, niscaya aku akan menyebarkan mereka ke seluruh dunia untuk menyerukan: Wahai manusia, takutlah api neraka! Takutlah api neraka!”

Di antara pembentukan penting pertama yang diperhatikan Rasulullah shallallahu’alaihi wassalam adalah kepribadian da`i yang akan mengemban dan menyebarkan tanggung jawab dakwah. Orang pertama yang beliau dakwahkan adalah Abu Bakar al-Shiddiq radhiallahu’anhu yang merupakan sosok yang tidak pernah berhenti dan lelah dalam berdakwah. Bahkan, beliaulah orang pertama yang bergerak (berharaki) menyebarkan dakwah secara maksimal, hingga 6 orang tokoh pemuda Quraisy masuk Islam, di samping upayanya yang besar dalam membebaskan para budak yang masuk Islam dari belenggu perbudakan.

Sesungguhnya gerakan para shahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam setelah beliau wafat merupakan bukti nyata bahwa kepribadian yang beliau bentuk dan bina adalah kepribadian mutaharrik (pergerakan) terhadap dien yang tidak pernah diam dan beku.

Malik bin Dinar berkata:

Seandainya aku mampu tidak tidur, niscaya aku tidak akan tidur khawatir siksaan Allah menimpa di saat aku sedang tidur. Dan seandainya aku menemukan para pendukung, niscaya aku akan menyebarkan mereka ke seluruh dunia untuk menyerukan: Wahai manusia, takutlah api neraka! Takutlah api neraka!”

Imam al-Zuhri sendiri tidak pernah merasa cukup hanya mentarbiyah generasi penerus dan mencetak para imam hadits, bahkan be-liau keluar terjun langsung ke desa-desa Arab untuk mengajarkan manusia.

Seorang ahli fiqih dan penasehat, Ahmad al-Ghazali (saudara Imam al-Ghazali) masuk ke kampung-kampung dan pelosok-pelosok untuk memberikan nasehat kepada penduduk sebagai taqarrubnya kepada Allah swt.

Taharruk (bergerak) untuk agama dengan mengerahkan kemampuan secara maksimal dalam berdakwah di jalan Allah subhanahu wata’ala, menegakkan syari`at dan meninggikan kalimat-Nya di muka bumi wajib menjadi unsur asasi dalam sendi-sendi keimanan setiap muslim. Sehingga di setiap waktunya, diapun meng-hisab diri dengan bertanya: Apakah yang telah aku baktikan untuk agama Allah subhanahu wata’ala?

Gelisah di pembaringannya tiada henti, tidak asyik dalam dengkuran tidurnya, tidak nikmat dalam kemilau hidupnya. Berita-berita kaum muslimin membuat-nya senang dan sedih. Dia terus berpikir untuk menjalani sampainya kebenaran kepada setiap makhluk, khawatir lalai tidak sempurna. Dia tidak hanya berpikir untuk tetangganya saja, kawannya atau karib kerabatnya saja. Dia berpikir untuk seluruh penduduk belahan bumi mana-pun, bagaimana memasukkan mereka ke dalam Islam.

Alangkah banyaknya kelalaian yang kita ciptakan, jika bukan karena takut, mungkin karena lemah. Kita meminta ampun dan bertaubat kepada Allah subhanahu wata’ala atas kelalaian yang kita perbuat. Sudah waktunya untuk kita katakan semaksimal yang kita mampu, sebagai kaffarat (peng-hapus) kekeliruan masa lalu dan dosa-dosa yang telah terlewat. Tidak lain kecuali mengharap ampunan Allah subhanahu wata’ala dan rahmat-Nya. Umur berlalu dengan cepat dan kehidupan hampir mencapai finish-nya. Ya, memang sudah waktunya mengungkapkan seluruh kondisi kaum muslimin dan membela Islam semaksimal mungkin dengan ungkapan tegas, kalimat yang jelas dan amal yang lugas. Kita tidak perlu takut kepada siapapun kecuali Allah subhanahu wata’ala. Semua terjadi menurut batas yang diizinkan Allah subhanahu wata’ala kepada kita, bahkan Dia mewajibkan kita untuk mengatakannya dengan hidayah Kitab-Nya dan Sunnah Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wassalam.

Negeri-negeri yang ada di belahan dunia Islam telah terperosok dalam jurang yang dalam tanpa tepi, jurang kekafiran, kebebasan dan kehancuran. Jika kita tidak berdiri menjadi nadzīr (pemberi peringatan/pengingat kewaspadaan), atau tidak mengawasi mereka dari api jahanam, tentu kita pun ikut terperosok bersama mereka, tertimpa berbagai bencana seperti mereka, serta dosa berlipat yang akan kita terima.

Saudarku.. simaklah baik-baik risalah berikut https://hasmijaksel.wordpress.com/seruan-kebangkitan/ Semoga Allah subhanahu wata’ala memberikan hidayah-Nya kepada kita, amiin

artikel: https://hasmijaksel.wordpress.com

One comment on “Jadilah Pribadi Mutaharrik..!!

  1. Maasya 4JJI, betapa kurangnya rasa takut kita pd 4JJI dibandingkan dg para salaf.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: