Tinggalkan komentar

Sosok Pejuang Dambaan Umat

Allah subhanahu wata’ala sangat membenci banyaknya kata-kata tanpa diikuti oleh amal perbuatan nyata, sebagaimana firman-Nya:

“Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat. Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh” [QS. ash-Shaff (61): 21-4]

Sesungguhnya ruh atau jiwa yang penuh gelora amal adalah jati diri para as-salaf ash-shalih yang telah memenuhi hidup mereka dengan kucuran keringat dan bahkan dengan kucuran darah, hingga layaklah mereka menyandang berbagai gelar yang disandangkan Allah subhanahu wata’ala kepada mereka, di antaranya:

“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan anshar…….” [QS. at-Tawbah (9): 100]

“…….orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertolongan (kepada orang-orang muhajirin)…….” [QS. al-Anfal (8): 72]

“(Yaitu) orang-orang yang menta’ati perintah Allah dan Rasul-Nya sesudah mereka mendapat luka (dalam peperangan Uhud)…….” [QS. Ali ‘Imran (3): 172]

“Tetapi Rasul dan orang-orang yang beriman bersama dia, mereka berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan mereka itulah orang-orang yang memperoleh kebaikan; dan mereka itulah (pula) orang-orang yang beruntung” [QS. at-Tawbah (9): 88]

Mereka adalah generasi yang ditarbiyyah untuk dapat mereguk nikmatnya membanting tulang dalam bekerja dan mengelola pekerjaan tersebut menjadi sebuah kenikmatan. Akhirnya, sejarah gemilang berhasil diukir, da’wah berkembang pesat serta karunia dan kemenangan yang dijanjikan Allah pun berhasil mereka genggam, setelah sebelumnya dengan penuh kejujuran mereka menolong Allah subhanahu wata’ala melalui amal perbuatan dan kerja keras.

Kenyataan da’wah dewasa kini sangat mendambakan lahirnya sosok-sosok pejuang yang mau bekerja keras dan mau bersusah payah, bahkan mau menjadikan hal tersebut sebagai romantika kehidupannya. Sosok-sokok pejuang yang jujur, bertekad baja dan bergelora kuat dalam beramal. Sosok pejuang yang tidak mengenal dalam kamus hidupnya selain ungkapan “Saya siap menjalankan tugas”, dengan mengesampingkan rasa malas, segan, enggan atau justru hanya dengan banyak mengkritik, tanpa mau beramal sama sekali.

Sebelumnya, perjalanan gemilang ini telah diukir oleh para nabi dan rasul. Medan da’wah adalah medan yang telah dilalui Adam alaihissalam dengan penuh kelelahan amal, yang senantiasa didengung-dengungkan Nuh alaihissalam, dilalui Ibrahim alaihissalam dalam kobaran api yang menyala, ditapaki Zakariyya alaihissalam yang berujung dengan pengergajiannya dan telah dilakoni Yahya alaihissalam hingga disembelih…….

Semuanya telah melalui dengan beramal, berjuang dan penuh dengan gejolek tekad yang kuat, yaitu demi tegak dan jayanya kalimat Allah subhanahu wata’ala di muka bumi ini.

Artikel: https://hasmijaksel.wordpress.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: