Tinggalkan komentar

Berinfaq atau Binasa??

Tahukah kita siapakah orang-orang yang dikatakan telah melemparkan diri mereka  ke dalam jurang kebinasaan itu? Apa yang dimaksud jurang kebinasaan itu? Untuk mengetahui jawabannya, mari kita perhatikan atsar berikut ini sebagaimana yang diriwayatkan dari jalan Aslam Abi Imron  (seorang Tabi’in terpercaya) beliau menceritakan: “Kami pernah berperang dari Madinah menuju ke Konstathinniyyah (Konstantinopel, negeri tempat tinggalnya Kristen Romawi). Di tengah-tengah pasukan muslimin ada Abdurrahman bin Kholid bin Walid  (putra dari seorang sahabat Rosululloh ), sedangkan ketika itu tentara Rum/ Romawi telah menempelkan punggung-punggung mereka di seluruh dinding kota Madinah (yakni telah mengepung kota Madinah). Tiba-tiba ada seseorang yang masuk menyerang di tengah-tengah musuh tersebut. Lalu orang-orang berkata: “Mah..,mah.. (ucapan tanda keheranan)… laailaahaillAlloh, dia telah melempar dirinya ke jurang kebinasaan.” Mendengar hal ini Abu Ayyub Al-Anshory  berkata (sebagai bantahan atas ucapan orang-orang tersebut): “Kalian telah menafsirkan ayat ini bukan pada tempatnya, sesung-guhnya ayat ini (QS. Al-Baqarah: 195) turun kepada kami kaum Anshor, ketika Alloh  telah menolong Nabi-Nya  dan memenangkan agama Islam ini, maka kami berkata: “Marilah kita benahi harta-harta kita dan kita kembangkan kekayaan kita!” (HSR.Abu Daud & At-Tirmidzi). Maka (terhadap ucapan kami inilah) Alloh  menurunkan firman-Nya QS. Al-Baqarah: 195, yang artinya

Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

Maka yang dimaksud melemparkan diri ke jurang kebinasaan adalah bila kita sibuk mengurusi dan mengembangkan harta benda kita sedangkan kita meninggalkan jihad.” Selanjutnya Abu Imron  (perowi atsar ini) menceritakan: “Maka Abu Ayyub Al-Anshory senantiasa/ terus menerus berjihad fii sabilillah sampai akhirnya (beliau gugur) dan di makamkan di Konstanthiniyyah.” (HSR Ibnu Hibban dan Imam Al-Hakim).

Setelah kita membaca riwayat ini, tahukah kita bahwa orang yang sengaja meninggalkan jihad karena sibuk dengan urusan harta bendanya serta dia tidak mau berinfaq di jalan Alloh dengan harta bendanya itu, mereka itulah orang-orang yang disebut telah melemparkan diri mereka sendiri ke jurang kebinasaan. Mengapa begitu? Ya, hal ini karena adanya beberapa sebab:

Pertama: Karena, disebabkan dia enggan menginfaqkan harta bendanya . Kepada orang yang demikian ini, Alloh  berfirman: “Sembahlah Alloh dan janganlah kamu memper-sekutukan-Nya dengan sesuatupun. dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, Ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Alloh tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri, (yaitu) orang-orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir, dan Menyembunyikan karunia Alloh yang telah diberikan-Nya kepada mereka. dan Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir siksa yang menghinakan”. (Qs. An-Nisa’: 36- 37)

Kedua: Karena dia sengaja meninggalkan jihad fi sabilillah sebagai akibat sibuk dengan urusan harta bendanya. Kepada orang yang seperti ini, Rosululloh  bersabda: “Apabila manusia telah bakhil dengan Dinar dan Dirham (harta bendanya), berjual beli dengan cara inah (yakni system riba), sibuk dengan peternakan (dan pertanian), dan mereka meninggalkan jihad fi sabilillah, maka Alloh akan menurunkan kepada mereka bala’, bencana, musibah atau kehinaan) dan Alloh tidak akan menghilangkan bencana atau kehinaan tersebut dari mereka sampai mereka mau kembali kepada agama mereka (yakni mereka mau kembali untuk berjihad fi sabilillah)”. (HSR. Abu Dawud)

Demikianlah saudaraku…!! Maka cobalah teliti dan perhatikan diri kita sendiri, kita ini termasuk golongan yang mana?  Apakah kita termasuk orang yang senang berinfaq, dan bershodaqoh untuk kepentingan fi sabilillah atau bahkan sebaliknya? Apakah kita juga termasuk orang-orang yang sedang berjihad dengan jiwa raga kita atau bahkan kita lari serta takut berjihad dijalan-Nya? Apakah kita masih ragu memberikan sedekah, infaq dan atau zakat ? padahal itu merupakan suatu amalan mulia di sisi Alloh .! Masihkah kita menyimpan harta dan tetap enggan mengeluarkan harta yang Alloh  titipkan kepada kita ?! Ingatlah kisah Qarun, seorang kaya raya namun ia bakhil dan sombong, akhirnya Allah  menenggelamkannya ke dalam bumi.

Semoga Alloh  senantiasa memberi hidayah dan sunnah kepada kita sekalian, menjadikan harta kita harta yang diberkahiNya, amin ya Rabbal ‘alamin. Wallohu a’lam (redaksai hasmijaksel/infaksedekah.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: